Pekanbaru – Limbah buah yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai kini dapat dimanfaatkan menjadi produk ramah lingkungan melalui inovasi Eco-Enzyme Center Universitas Riau.
Inovasi ini menghadirkan produk eco-enzyme bernama ZymeGo yang dikembangkan dari limbah buah melalui proses fermentasi, sekaligus didukung oleh ZymeGo Application untuk membantu sistem pengumpulan limbah secara lebih terorganisir.
Berawal dari permasalahan limbah organik yang banyak dihasilkan rumah tangga, pedagang buah, usaha jus, kuliner, UMKM, serta lingkungan kampus, ZymeGo hadir untuk memberikan nilai tambah terhadap limbah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Eco-enzyme diproduksi melalui proses fermentasi selama tiga bulan dengan memanfaatkan limbah buah, molase, dan air.
Setelah melalui pengendalian mutu, eco-enzyme dikembangkan menjadi tiga produk utama, yaitu cairan pembersih lantai dan serbaguna, sabun cuci piring, serta pupuk organik cair.
Produk dikemas dalam botol 250 mL dan dipasarkan secara langsung maupun melalui media digital.

ZymeGo Application: Setor Limbah, Kumpulkan Poin
Keunggulan inovasi ini adalah adanya ZymeGo Application yang dirancang untuk mendukung proses pengumpulan limbah buah. Melalui aplikasi tersebut, kegiatan penyetoran limbah dapat dicatat secara lebih terstruktur dan pengguna dapat memperoleh poin berdasarkan partisipasi dalam program pengumpulan limbah.
“Melalui ZymeGo Application ini, kami ingin mempermudah masyarakat dalam berpartisipasi. Limbah buah yang mereka setorkan akan tercatat dan dapat dikonversi menjadi poin sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka,” Ujar Nayla.
Sistem poin menjadi salah satu daya tarik ZymeGo Application. Setiap penyetoran limbah buah dapat dikonversi menjadi poin sesuai dengan ketentuan yang diterapkan dalam program.
Poin tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bentuk insentif. Dengan konsep ini, masyarakat dan sivitas akademika tidak hanya berperan sebagai pengguna produk, tetapi juga dapat terlibat langsung dalam penyediaan bahan baku melalui kegiatan penyetoran limbah buah.
Kehadiran aplikasi ini diharapkan mempermudah pemantauan dan pencatatan kontribusi pengguna dalam program. Sistem digital tersebut juga mendukung terciptanya pengelolaan limbah yang lebih terorganisir, mulai dari proses penyetoran hingga pencatatan partisipasi pengguna.
Melalui integrasi pengumpulan limbah, produksi, pemasaran, dan teknologi digital, ZymeGo tidak hanya berorientasi pada penjualan produk, tetapi juga membangun model ekonomi sirkular yang melibatkan masyarakat sebagai pemasok bahan baku sekaligus konsumen.

Ke depannya, ZymeGo diarahkan untuk memperluas jaringan mitra, meningkatkan kapasitas produksi dan penjualan, memperluas pengguna aplikasi, serta mengembangkan inovasi produk berbasis eco-enzyme secara berkelanjutan.
Mendorong Green Campus dan Usaha Berkelanjutan
Eco-Enzyme Center Universitas Riau tidak hanya dirancang sebagai tempat produksi eco-enzyme, tetapi juga sebagai model pengelolaan limbah buah yang menghubungkan aspek lingkungan, inovasi teknologi, dan kewirausahaan.
Kegiatan ini mendukung upaya pengurangan timbulan sampah organik, peningkatan partisipasi masyarakat, serta penciptaan produk ramah lingkungan yang dapat memiliki nilai ekonomi.
Program ini juga menargetkan pembentukan sistem pengelolaan limbah buah yang lebih terorganisir di lingkungan Universitas Riau. Dengan adanya pusat pengumpulan dan pengolahan, limbah buah tidak lagi hanya dipandang sebagai sampah, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya untuk menghasilkan produk yang berguna.
Melalui inovasi Eco-Enzyme Center dan produk ZymeGo, mahasiswa Universitas Riau berharap dapat menghadirkan solusi pengelolaan limbah organik yang menggabungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan peluang usaha.
Program ini diharapkan menjadi salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular berbasis kampus, di mana limbah dikumpulkan, diolah, dan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk produk yang memiliki manfaat dan nilai tambah.







