XIII Koto Kampar – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bangkinang Dr. H. Zulher MS, yang juga Sekda Kampar pada masanya sekaligus pembina BUMDes Kabupaten Kampar, turun langsung meninjau tiga BUMDes di Kecamatan XIII Koto Kampar, Sabtu (22/8/2026).
Didampingi Camat XIII Koto Kampar Zulfikar, S.Ag., M.Si., Zulher berdialog dengan pengelola untuk melihat perkembangan usaha sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi.
Tiga BUMDes yang dikunjungi yakni BUMDes Kampung Patin Desa Koto Mesjid, BUMDes Koto Sepakat Desa Pulau Gadang dan BUMDes Jaya Agung Desa Lubuk Agung.
Dalam kunjungan tersebut, Zulher menyoroti persoalan permodalan yang menjadi salah satu kendala pengembangan usaha. Menurutnya, akses modal perlu diperkuat agar BUMDes mampu mengembangkan unit usaha dan mengoptimalkan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing desa.

Zulher pun menyatakan komitmennya membantu memfasilitasi kerja sama dengan pihak perbankan. Ia menilai BUMDes yang memiliki usaha potensial dan dikelola secara profesional perlu mendapat dukungan permodalan agar dapat berkembang dan memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat.
“Kalau BUMDes dikelola dengan baik dan memiliki usaha yang potensial, tentu harus kita dorong agar berkembang. Salah satunya melalui akses permodalan,” ujar Zulher.
Ia menekankan BUMDes harus mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat, bukan sekadar berjalan secara administratif. Pengelola juga didorong terus berinovasi dan menyesuaikan pengembangan usaha dengan potensi lokal masing-masing desa.
Penguatan BUMDes tersebut sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Kampar dalam mewujudkan Kampar yang maju, berdaya saing dan sejahtera melalui penguatan ekonomi masyarakat serta pengembangan potensi desa.
Sementara itu, Camat XIII Koto Kampar Zulfikar mengapresiasi perhatian Zulher terhadap perkembangan BUMDes di wilayahnya.
Menurut Zulfikar, kunjungan tersebut memberikan motivasi kepada para pengelola untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pengelolaan usaha.

“Semangat dan perhatian beliau menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat BUMDes sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa,” ujar Zulfikar.
Ia berharap pendampingan dan komunikasi dengan berbagai pihak dapat terus diperkuat sehingga persoalan yang dihadapi BUMDes dapat dicarikan solusi bersama.
Zulfikar juga menyatakan pemerintah kecamatan siap mendorong desa dan pengelola BUMDes untuk terus berinovasi serta mengembangkan usaha berdasarkan potensi yang tersedia.
Dengan dukungan permodalan, tata kelola yang baik dan kemampuan membaca peluang pasar, BUMDes di Kecamatan XIII Koto Kampar diharapkan mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi desa yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(***)







