BANGKINANG KOTA – Kabupaten Kampar kembali menjadikan olahraga panjat tebing sebagai salah satu cabang olahraga yang mendapat perhatian serius dalam pembinaan prestasi.
Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Panjat Tebing 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 30 Agustus 2026, sekaligus menjadi bagian dari upaya KONI Kabupaten Kampar menyiapkan atlet-atlet potensial menuju kompetisi tingkat provinsi.
Technical Delegate (TD) Kejurkab Panjat Tebing 2026, M Rusdi, mengatakan pelaksanaan kejurkab tersebut merupakan bagian dari program KONI Kabupaten Kampar periode 2023-2027 di bawah kepemimpinan Ketua Umum KONI Kampar M Yasir.
Menurut dia, penyelenggaraan kejurkab menjadi salah satu strategi KONI Kampar dalam memperkuat pembinaan olahraga secara berkelanjutan, terutama terhadap cabang olahraga yang memiliki potensi prestasi dan peluang menyumbangkan medali emas bagi Kabupaten Kampar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau.
“Ini merupakan program KONI Kabupaten Kampar periode 2023-2027 di bawah kepemimpinan M Yasir. Sejauh ini sudah ada 17 kejurkab yang dilaksanakan,” kata M Rusdi, Rabu (12/08/2026).
Ia menjelaskan, pola pembinaan olahraga di Kampar saat ini tidak lagi mengandalkan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) sebagai ajang utama penjaringan atlet. Sebagai gantinya, KONI Kampar mendorong masing-masing cabang olahraga berprestasi dan yang dinilai memiliki peluang menghasilkan medali emas pada Porprov Riau untuk melaksanakan Kejurkab.
Kebijakan tersebut, kata Rusdi, sejalan dengan program Kampar Emas yang dicanangkan KONI Kabupaten Kampar. Melalui program itu, pembinaan diarahkan agar lebih fokus pada cabang olahraga dan atlet yang memiliki prospek prestasi.
“Karena Porkab sudah tidak ada lagi penyelenggaraannya, maka kejurkab menjadi salah satu wadah untuk melihat kemampuan atlet di masing-masing cabang olahraga. Terutama cabang olahraga yang berprestasi dan berpeluang menghasilkan emas bagi Kampar di Porprov,” ujarnya.
Untuk Kejurkab Panjat Tebing 2026, peserta akan bertanding mewakili klub masing-masing. Format tersebut sekaligus memberikan ruang bagi klub-klub panjat tebing di Kabupaten Kampar untuk menunjukkan hasil pembinaan atlet yang selama ini dilakukan.
Menariknya, rangkaian kegiatan tersebut juga akan dirangkai dengan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panjat Tebing 2026. Sejumlah nomor pertandingan akan dibuka untuk peserta dari kabupaten dan kota se-Provinsi Riau.
Dengan demikian, agenda olahraga yang berlangsung di Kampar tersebut tidak hanya menjadi arena persaingan atlet lokal, tetapi juga menghadirkan atlet dari berbagai daerah di Riau. Kondisi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman bertanding yang lebih luas bagi atlet Kampar sekaligus mengukur kemampuan mereka ketika berhadapan dengan pesaing dari daerah lain.
Rusdi menilai penyelenggaraan kejuaraan pada momentum yang berdekatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia juga menjadi keuntungan tersendiri. Atmosfer kemeriahan perayaan kemerdekaan diharapkan ikut mendorong masyarakat untuk datang menyaksikan pertandingan.
Ia berharap Kejurkab Panjat Tebing Kampar tidak hanya menjadi agenda pembinaan atlet, tetapi juga mampu menghadirkan tontonan olahraga yang menarik bagi masyarakat.
“Karena waktunya berdekatan dengan HUT RI ke-81, kita berharap masyarakat ramai datang menyaksikan. Selain menjadi ajang pembinaan dan prestasi, mudah-mudahan pertandingan ini juga menjadi hiburan bagi masyarakat,” katanya.
Kehadiran penonton, lanjutnya, penting untuk membangun atmosfer pertandingan sekaligus menumbuhkan minat masyarakat terhadap olahraga panjat tebing. Dukungan publik juga diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para atlet yang berlaga.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Cabang Olahraga Panjat Tebing Kabupaten Kampar, Khairul Azmi, menyebut pelaksanaan Kejurkab menjadi momentum penting untuk mengukur hasil pembinaan atlet di daerah.
Menurutnya, kompetisi yang digelar secara rutin dibutuhkan agar atlet tidak hanya menjalani latihan, tetapi juga memiliki pengalaman bertanding yang cukup. Dari kompetisi tersebut, kemampuan, mental bertanding dan perkembangan masing-masing atlet dapat dievaluasi secara lebih objektif.
Ia berharap Kejurkab Panjat Tebing 2026 mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat menjadi kekuatan Kabupaten Kampar pada berbagai kejuaraan, khususnya ajang olahraga tingkat Provinsi Riau.
“Harapan kita tentu dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama Kabupaten Kampar,” ujar Khairul.
Pelaksanaan Kejurkab Panjat Tebing 2026 sekaligus menjadi bagian dari kesinambungan pembinaan olahraga di Kabupaten Kampar. Dengan memperbanyak kompetisi di tingkat daerah, KONI Kampar dan pengurus cabang olahraga diharapkan dapat memiliki gambaran lebih jelas mengenai peta kekuatan atlet sekaligus menentukan program pembinaan selanjutnya.
Ajang tersebut juga menjadi kesempatan bagi atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sejak dini. Jika mampu menunjukkan performa terbaik, mereka berpeluang masuk dalam perhatian tim pembinaan untuk dipersiapkan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
Dengan perpaduan Kejurkab dan Kejurda, empat hari pelaksanaan panjat tebing di Kampar diharapkan tidak sekadar menghasilkan juara, tetapi menjadi bagian dari proses panjang membangun ekosistem olahraga prestasi. Target akhirnya adalah semakin banyak atlet Kampar yang mampu bersaing di level Riau dan membawa pulang prestasi bagi daerah dalam semangat program Kampar Emas.(***)







