Menu

Mode Gelap
Mengetahui Sebelum Kehilangan AI Ubah Wajah Jurnalistik, Syahrul Aidi Dorong Jurnalis Pahami Regulasi dan Keamanan Digital Musda XI Golkar Kampar Digelar 21-22 September, Penjaringan Calon Ketua Dimulai Besok Wabup Misharti Dorong Percepatan Listrik Desa, 555 Titik Baru Diusulkan untuk Kampar Puskesmas Muara Uwai Resmi Jadi FKTP BPJS, Warga Tak Perlu Lagi ke Laboy Jaya Tak Mau Program Kesehatan Sekadar Ramai di Atas Kertas, Kadiskes Kampar Bedah Capaian Puskesmas

Daerah

AI Ubah Wajah Jurnalistik, Syahrul Aidi Dorong Jurnalis Pahami Regulasi dan Keamanan Digital

badge-check


					AI Ubah Wajah Jurnalistik, Syahrul Aidi Dorong Jurnalis Pahami Regulasi dan Keamanan Digital Perbesar

KAMPAR – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah cara kerja jurnalistik, dari proses produksi hingga distribusi informasi. Namun, kemudahan yang ditawarkan teknologi tersebut juga membawa persoalan baru, mulai dari akurasi berita, penyebaran konten palsu, deepfake, keamanan digital, perlindungan data, hingga kebutuhan regulasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Persoalan tersebut mengemuka dalam Webinar Merajut Nusantara bertajuk “Jurnalisme di Era AI: Antara Kebebasan Pers, Keamanan Digital, dan Regulasi” yang digelar melalui Zoom Meeting, Rabu (16/9/2026).

Anggota Komisi I DPR RI Syahrul Aidi Maazat yang menjadi keynote speaker dalam kegiatan itu menilai perkembangan teknologi AI harus diikuti dengan peningkatan kapasitas insan pers, khususnya dalam memahami regulasi yang berkaitan langsung dengan aktivitas jurnalistik.

Menurut Syahrul Aidi, jurnalis tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis dalam memanfaatkan teknologi. Pemahaman terhadap aturan hukum yang mengatur pers, penyiaran, teknologi informasi dan media juga menjadi bagian penting dalam menjalankan profesi jurnalistik di tengah transformasi digital.

“Jurnalis tentu membutuhkan pemahaman tentang Undang-Undang Pers, Undang-Undang Penyiaran, maupun regulasi terkait teknologi dan media yang mereka berkecimpung di sana,” ujar Syahrul Aidi.

Ia mengatakan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat membuat pengetahuan jurnalis perlu terus diperbarui. Webinar tersebut, kata dia, menjadi salah satu ruang untuk meningkatkan pemahaman sekaligus menampung aspirasi dari kalangan jurnalis.

“Pengetahuan itu perlu di-upgrade. Pada kesempatan ini kita memfasilitasi agar para jurnalis, khususnya di Riau, bisa mendapatkan pemahaman secara utuh terkait regulasi yang sedang dibahas di DPR RI, baik mengenai digital, media penyiaran maupun hal-hal yang berkaitan dengan itu,” katanya.

Syahrul Aidi juga meminta para jurnalis aktif menyampaikan persoalan dan kebutuhan yang mereka hadapi di lapangan. Masukan tersebut dinilai penting agar kebijakan dan regulasi yang disusun ke depan tidak tertinggal dari perkembangan teknologi.

“Silakan ditampung hal-hal yang menjadi aspirasi teman-teman jurnalis agar kemudian bisa kita kaitkan dengan regulasi, sehingga kita bisa mempersiapkan regulasinya,” ujarnya.

AI Jadi Isu Global

Syahrul Aidi mengatakan perkembangan AI tidak lagi menjadi persoalan yang hanya dibahas di tingkat nasional. Teknologi tersebut telah menjadi perhatian dalam berbagai forum internasional karena dampaknya yang meluas ke berbagai sektor, termasuk media dan jurnalistik.

Menurut dia, melalui Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP), isu AI juga menjadi bagian dari pembahasan di forum internasional seperti Inter-Parliamentary Union (IPU).

“AI ini merupakan isu global dan sudah dibahas di forum-forum global, di IPU misalnya. AI sangat erat hubungannya juga dengan penyiaran, dengan media, dengan jurnalistik,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah menyampaikan surat kepada pimpinan DPR RI terkait dorongan agar penguatan regulasi teknologi informasi dan komunikasi terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman.

“Kami sudah menyurati pimpinan. Mudah-mudahan secepatnya, dan tentu juga meminta masukan kepada teman-teman jurnalis,” katanya.

Infrastruktur hingga Regulasi Penyiaran

Webinar tersebut juga menghadirkan dua pemateri dengan perspektif berbeda mengenai transformasi digital.

Pakar dan praktisi dari Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Woro Indah Widi Astuti, membahas pemerataan infrastruktur telekomunikasi serta pentingnya membangun konektivitas dari wilayah pinggiran.

Menurut Woro, pemerataan infrastruktur digital menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi perubahan ekosistem media. Transformasi teknologi tidak hanya membutuhkan kemampuan sumber daya manusia, tetapi juga dukungan akses dan infrastruktur komunikasi yang memadai.

Pembahasan juga menyinggung hubungan antara kebebasan pers, keamanan digital, regulasi serta tanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi.

Sementara itu, akademisi sekaligus Ketua STIM Budi Bakti, Aza El Munadiyan, memaparkan perspektif akademik mengenai penataan regulasi penyiaran di tengah berlangsungnya konversi dan transformasi digital.

Diskusi kemudian berkembang pada berbagai persoalan yang dihadapi media dan jurnalis, termasuk pemanfaatan AI dalam produksi konten, keamanan data, potensi penyalahgunaan teknologi, serta kebutuhan penyesuaian regulasi penyiaran dengan perubahan teknologi.

Kegiatan yang dipandu moderator Indah Hudiria tersebut berlangsung interaktif. Peserta turut menyampaikan pertanyaan dan pandangan mengenai tantangan yang dihadapi jurnalis di tengah perubahan ekosistem media.

Syahrul Aidi menegaskan, peningkatan kapasitas jurnalis dalam memahami teknologi dan regulasi merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas pers di tengah transformasi digital.

Ia berharap perkembangan teknologi tidak menggeser peran pers sebagai salah satu pilar demokrasi, tetapi justru dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas kerja jurnalistik.

“Profesi jurnalis tetap bisa menjadi profesi yang betul-betul menjadi pilar demokrasi. Salah satu pilar demokrasi itu adalah media, tentunya dalam hal ini adalah para jurnalis,” tegasnya.

Melalui webinar tersebut, para peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan AI, keamanan digital dan regulasi, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab tanpa mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik.

Forum itu juga menjadi ruang dialog antara parlemen, pemerintah, praktisi, akademisi dan insan pers untuk membahas kebutuhan regulasi di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat.(***)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mengetahui Sebelum Kehilangan

19 September 2026 - 13:35 WIB

Musda XI Golkar Kampar Digelar 21-22 September, Penjaringan Calon Ketua Dimulai Besok

18 September 2026 - 17:49 WIB

Wabup Misharti Dorong Percepatan Listrik Desa, 555 Titik Baru Diusulkan untuk Kampar

17 September 2026 - 08:59 WIB

Puskesmas Muara Uwai Resmi Jadi FKTP BPJS, Warga Tak Perlu Lagi ke Laboy Jaya

14 September 2026 - 13:09 WIB

Tak Mau Program Kesehatan Sekadar Ramai di Atas Kertas, Kadiskes Kampar Bedah Capaian Puskesmas

11 September 2026 - 11:22 WIB

Trending di Daerah
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam