KAMPAR – Duka atas wafatnya Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Kampar, Yuli Hendra, ST, tidak hanya dirasakan oleh keluarga dan jajaran pengurus partai di tingkat kabupaten. Kepergian almarhum juga meninggalkan kehilangan mendalam bagi para kader hingga tingkat kecamatan yang selama ini mengenalnya sebagai sosok pemimpin yang sederhana dan dekat dengan semua kalangan.
Di antara para pelayat yang hadir mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir di kampung halamannya, Air Tiris, Kecamatan Kampar, Jumat (10/7/2026), tampak Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Kecamatan Kampar, Firdaus, S.Hi.
Pria yang akrab disapa Ipir itu bahkan ikut memikul keranda jenazah dan turun langsung dalam proses pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang selama ini menjadi senior sekaligus sahabat seperjuangan di Partai Golkar.
Bagi Firdaus, kehadirannya bukan sekadar menjalankan tradisi mengantar jenazah, melainkan bentuk penghormatan atas pengabdian panjang almarhum kepada partai dan masyarakat.
“Kami kehilangan sosok yang sangat baik. Almarhum bukan hanya seorang sekretaris partai, tetapi juga kakak dan sahabat bagi kami. Beliau selalu memberikan arahan, membuka ruang komunikasi, dan tidak pernah membeda-bedakan kader,” ujar Firdaus usai prosesi pemakaman.
Menurutnya, Yuli Hendra dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan mudah bergaul. Meski menduduki jabatan penting sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Kampar, almarhum tetap menjalin hubungan yang erat dengan seluruh pengurus hingga tingkat desa dan kecamatan.
Firdaus mengatakan, dalam setiap agenda partai, Yuli Hendra selalu mengedepankan semangat kebersamaan. Ia dikenal sebagai sosok yang mampu merangkul berbagai kalangan serta mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan organisasi.
“Beliau selalu mengajarkan bahwa membangun partai harus dilakukan dengan kebersamaan. Tidak pernah meninggikan diri meskipun memiliki jabatan. Sikap seperti itulah yang membuat beliau dihormati dan dicintai banyak kader,” katanya.
Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman. Ratusan pelayat dari berbagai daerah hadir memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Di tengah isak tangis keluarga dan para kader, Firdaus bersama sejumlah pengurus Partai Golkar tampak bergantian mengangkat keranda hingga mengantarkan jenazah ke liang lahat.
Bagi Firdaus, momen tersebut menjadi pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan. Ia mengaku berat melepas kepergian sosok yang selama ini menjadi tempat berdiskusi dan meminta nasihat dalam menjalankan roda organisasi.
“Ini menjadi penghormatan terakhir kami kepada beliau. Kami mengantar beliau dengan doa dan rasa hormat. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ucapnya.
Firdaus menambahkan, nilai-nilai pengabdian, loyalitas, dan ketulusan yang ditunjukkan Yuli Hendra selama mengabdi di Partai Golkar akan menjadi teladan bagi seluruh kader, terutama generasi muda yang kini melanjutkan perjuangan membesarkan partai di Kabupaten Kampar.
Menurutnya, meski Yuli Hendra telah berpulang, semangat pengabdian dan dedikasinya akan tetap hidup dalam setiap langkah perjuangan Partai Golkar. “Kami kehilangan seorang kader terbaik, tetapi keteladanan beliau akan selalu menjadi pengingat bagi kami untuk terus menjaga kekompakan dan mengabdi kepada masyarakat,” tutup Firdaus.
Jika ingin lebih khas Kompas, berita ini juga bisa dibuat lebih human interest dengan pembuka yang menggambarkan suasana saat Firdaus memikul keranda dan mengantar sahabat seperjuangannya ke liang lahat sebelum masuk ke kutipan dan fakta-fakta utama.(Adv)







