KAMPAR, Voiceriau.com – Kemacetan yang terus terjadi di Jembatan Lubuk Sakat, Jalan Nasional Pekanbaru–Lipat Kain, kembali memicu keluhan masyarakat. Lambannya progres pekerjaan jembatan membuat antrean kendaraan setiap hari mengular panjang, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.
Situasi ini ikut disoroti Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Kampar, Eko Sutrisno, yang nyaris setiap hari melintasi ruas tersebut, Senin (08/12/2025). Eko mengatakan kondisi jembatan yang diberlakukan sistem buka tutup sudah berlangsung lama tanpa perkembangan signifikan.
Selain mengganggu aktivitas warga, kondisi ini menimbulkan frustrasi karena kemacetan kerap terjadi tanpa kepastian kapan proyek selesai.
Eko menyebut pengaduan masyarakat terus masuk kepadanya. Menurut warga yang memberi laporan, situasi di lokasi nyaris tak berubah dari hari ke hari. Situasi semakin memburuk pada akhir pekan dan hari libur nasional, ketika volume kendaraan meningkat tajam.
“Setiap lewat, kondisinya sama saja. Buka tutup, antre panjang, dan masyarakat tidak melihat progres yang jelas. Mereka terus mengadu karena melewati jalan ini setiap hari,” ujar Eko.
Ia meminta pemerintah memberikan kepastian kepada masyarakat, mengingat ruas tersebut merupakan jalur vital penghubung Pekanbaru–Kampar Kiri yang digunakan ribuan orang setiap hari.
Jalan nasional Pekanbaru–Lipat Kain merupakan lintasan utama masyarakat bekerja, mengangkut logistik, serta mobilitas pelajar dan pedagang. Kemacetan berkepanjangan membuat waktu tempuh bertambah antara 20 hingga 40 menit di jam padat.
Sejumlah pengendara mengaku tak lagi memiliki pilihan jalur alternatif, sehingga buka-tutup jembatan menjadi hambatan utama yang tak bisa dihindari.
Melihat kondisi lapangan yang stagnan, Eko meminta stakeholder terkait seperti PUPR Kampar, BPJN Riau dan kementerian agar memberikan penjelasan terbuka mengenai progres pekerjaan, kendala yang dihadapi, serta target penyelesaian.
“Masyarakat berhak tahu sampai di mana progresnya. Kalau ada kendala teknis, sampaikan. Kalau bisa dipercepat, percepat. Ini sudah terlalu lama dan sangat mengganggu aktivitas warga,” tegasnya.
Baik Eko maupun masyarakat berharap aktivitas pembangunan jembatan Lubuk Sakat segera bergerak lebih cepat. Normalnya kembali lalu lintas di jalur tersebut dinilai akan mengurangi beban harian masyarakat yang setiap hari harus bergantung pada jalan nasional ini.
Menanggapi keluhan tersebut, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kampar, Afrudin Amga, menegaskan bahwa proyek jembatan di Lubuk Sakat bukan berada di bawah kewenangan pemerintah daerah.
“Jalan dan jembatan Pekanbaru–Lipat Kain itu anggarannya APBN. Kita (PUPR Kampar) tidak punya wewenang dalam proyek di situ, karena itu sudah masuk ke ranah kawan-kawan APBN,” jelas Amga.
Ia menambahkan bahwa seluruh proses pembangunan berada di bawah kendali Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Satker PJN Wilayah I Riau.
Amga menyampaikan bahwa pihaknya tetap berkomunikasi dengan BPJN untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Kampar, namun keputusan teknis sepenuhnya berada pada pemerintah pusat.
“Kami hanya bisa meneruskan laporan dan aspirasi masyarakat kepada BPJN. Kita berharap pekerjaan bisa dipercepat karena dampaknya sangat besar bagi warga,” ujarnya.(FLS)







