BANGKINANG KOTA – Pelantikan Ardi Mardiansyah sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar diharapkan menjadi titik awal percepatan reformasi birokrasi dan peningkatan kinerja pemerintahan daerah. Momentum tersebut dinilai bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan langkah strategis untuk menghadirkan lompatan dalam kualitas pelayanan publik dan efektivitas tata kelola pemerintahan.
Harapan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar dari Fraksi Golkar, Iib Nursaleh, usai menghadiri prosesi pelantikan Sekda definitif Kabupaten Kampar yang dipimpin langsung oleh Ahmad Yuzar di Balai Bupati Kampar, Senin (15/6/2026).
Menurut Iib, jabatan Sekretaris Daerah memiliki posisi yang sangat vital dalam sistem pemerintahan daerah. Sekda, kata dia, bukan hanya administrator birokrasi, tetapi juga menjadi simpul utama yang menghubungkan arah kebijakan kepala daerah dengan pelaksanaan teknis di seluruh organisasi perangkat daerah.
“Sekda adalah jantung birokrasi. Ritme kerja pemerintahan sangat ditentukan oleh kemampuan sekda dalam membangun koordinasi, menjaga disiplin aparatur, dan memastikan seluruh program berjalan sesuai target,” kata Iib.
Ia menilai pelantikan Ardi Mardiansyah sebagai Sekda definitif harus menjadi energi baru bagi Pemerintah Kabupaten Kampar untuk bergerak lebih cepat dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan birokrasi yang adaptif, solid, dan berorientasi pada hasil.
Iib menegaskan bahwa masyarakat menaruh ekspektasi besar terhadap pemerintahan daerah, terutama dalam hal pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi daerah, serta tata kelola anggaran yang efektif dan akuntabel.
Karena itu, ia mendorong agar Sekda yang baru dapat menghadirkan lompatan kinerja, bukan sekadar menjaga rutinitas birokrasi.
“Kita ingin ada percepatan, ada inovasi, dan ada terobosan. Jangan sampai birokrasi hanya berjalan normatif. Pemerintah harus mampu bergerak lebih cepat, lebih responsif, dan lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Politisi Partai Golkar itu juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara eksekutif dan legislatif. Menurutnya, hubungan yang harmonis dan komunikasi yang kuat antara DPRD dan pemerintah daerah akan menjadi modal besar dalam mempercepat pembangunan Kabupaten Kampar.
Ia menyebut DPRD memiliki fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi yang harus berjalan seiring dengan agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
“Kolaborasi yang baik antara DPRD dan pemerintah daerah adalah kunci. Semua pihak harus punya semangat yang sama untuk membangun Kampar,” katanya.
Iib juga berharap Sekda baru mampu menjadi figur pemersatu di internal birokrasi. Menurut dia, koordinasi antarlembaga dan antar-OPD harus semakin kuat agar tidak terjadi ego sektoral yang justru memperlambat jalannya program pemerintah.
Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menegaskan bahwa jabatan Sekretaris Daerah merupakan amanah besar yang menuntut integritas, loyalitas, dan profesionalisme tinggi.
Ia mengatakan Sekda memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan seluruh kebijakan pemerintah dapat diterjemahkan menjadi program yang konkret dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Ahmad Yuzar menyampaikan keyakinannya bahwa Ardi Mardiansyah memiliki kapasitas, pengalaman, dan kompetensi untuk menjalankan tugas tersebut.
“Saya berharap saudara Ardi Mardiansyah mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, menjaga integritas, dan menghadirkan inovasi untuk mendorong kemajuan Kabupaten Kampar,” ujar Ahmad Yuzar.
Pelantikan Sekda definitif ini menjadi salah satu momentum penting dalam penguatan struktur birokrasi Pemerintah Kabupaten Kampar.
Dengan kepemimpinan baru di posisi strategis tersebut, publik kini menanti langkah konkret dalam mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(Adv)







