KAMPAR – Suasana hangat terasa di kediaman tokoh senior Partai Golkar Kabupaten Kampar, Ahmad Fikri, Sabtu (14/3/2026). Di sela agenda buka puasa bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Kampar, Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Riau, Yulisman, menyempatkan diri berkunjung dan bersilaturahmi dengan mantan Ketua DPD Golkar Kampar tersebut.
Kunjungan itu bukan sekadar agenda singkat. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab, penuh canda dan obrolan santai antara para kader dan tokoh partai lintas generasi. Kehadiran Yulisman disambut langsung oleh Ahmad Fikri bersama keluarga serta sejumlah kader Golkar di Kabupaten Kampar.
Bagi sebagian kader yang hadir, momen itu menjadi ruang pertemuan yang mempertemukan kepemimpinan partai di tingkat provinsi dengan tokoh yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Golkar di Kampar.
Ahmad Fikri dikenal sebagai salah satu figur penting dalam dinamika politik Golkar di Kampar. Ia pernah memimpin DPD Golkar Kampar sekaligus menjabat Ketua DPRD Kampar selama dua periode. Karena itu, kunjungan Yulisman dinilai bukan sekadar silaturahmi biasa, tetapi juga simbol penghormatan terhadap kader senior yang pernah membangun basis organisasi di daerah.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Fikri mengaku merasa terhormat atas kunjungan tersebut. Menurut dia, perhatian yang diberikan pimpinan partai di tingkat provinsi menjadi energi tersendiri bagi kader di daerah.
“Terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi ini. Kami merasa bangga karena ketua DPD I Golkar Riau menyempatkan waktu datang langsung ke rumah,” kata Ahmad Fikri kepada wartawan.
Pertemuan itu juga dihadiri sejumlah kader Golkar Kampar yang ikut menyambut rombongan. Dalam percakapan santai yang berlangsung, tidak terlihat sekat formal antara pimpinan partai dan kader di tingkat daerah.
Canda, cerita pengalaman politik, hingga diskusi ringan mengenai perkembangan organisasi partai mengalir sepanjang pertemuan.
Bagi Yulisman, suasana tanpa jarak antara pimpinan dan kader merupakan prinsip yang sengaja ia bangun dalam memimpin organisasi.
Menurut dia, kekuatan sebuah partai politik tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi juga oleh kedekatan emosional antar kader.
“Sesama kader harus egaliter. Konsolidasi yang paling utama itu dimulai dari silaturahmi,” ujar Yulisman.
Ia menilai, hubungan yang terlalu berjarak antara pimpinan dan kader justru dapat melemahkan kohesi internal partai.
Karena itu, pendekatan yang ia lakukan lebih menekankan komunikasi terbuka serta interaksi yang setara antara pengurus dan anggota.
“Kalau sesama kader saja ada jarak, bagaimana kita bisa merangkul masyarakat. Pondasi organisasi itu dimulai dari silaturahmi dan konsolidasi antar kader,” katanya.
Pendekatan tersebut, menurut Yulisman, juga menjadi bagian dari strategi menjaga soliditas partai hingga ke tingkat akar rumput.
Silaturahmi di kediaman Ahmad Fikri berlangsung dalam momentum Ramadhan, yang sering dimanfaatkan kader partai untuk memperkuat hubungan sosial dan politik.
Sebelum kedatangan rombongan Golkar Riau, Ahmad Fikri terlebih dahulu menggelar buka puasa bersama di rumahnya. Acara itu dihadiri kerabat, sahabat dekat, serta sejumlah wartawan yang selama ini memiliki hubungan baik dengannya.
Momentum buka puasa bersama itu kemudian berlanjut dengan pertemuan yang lebih luas ketika rombongan Yulisman tiba.
Bagi sebagian kader, suasana Ramadhan memberikan ruang yang lebih cair bagi komunikasi politik. Diskusi yang biasanya berlangsung formal di ruang rapat organisasi berubah menjadi percakapan santai di ruang keluarga.
Dalam konteks itulah, kunjungan Yulisman dinilai memperlihatkan pola komunikasi politik yang lebih personal, sebuah pendekatan yang dianggap penting untuk menjaga loyalitas kader sekaligus memperkuat jaringan partai di daerah.
Di tengah dinamika politik lokal, pertemuan semacam ini menjadi pengingat bahwa kekuatan partai politik sering kali bertumpu pada relasi personal antar kader, bukan sekadar pada struktur organisasi semata.(FLS)







