Rokan Hilir – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Membangun Kampung Universitas Riau Tahun 2026 melaksanakan program kerja “Pembuatan dan Optimalisasi Media Sosial UMKM Terasi” sebagai upaya mendukung transformasi digital pelaku usaha mikro di Desa Sungai Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir.
Program ini bertujuan membantu pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital sebagai media promosi untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan desa.
Terasi merupakan salah satu produk khas Desa Sungai Kubu yang telah lama menjadi identitas kuliner masyarakat.
Terbuat dari udang rebon maupun ikan kecil yang difermentasi secara tradisional, produk ini memiliki cita rasa dan aroma khas serta menjadi bumbu penting dalam berbagai masakan Nusantara.
Potensi tersebut menjadikan terasi sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi apabila didukung dengan strategi pemasaran yang tepat.
Selama ini, sebagian besar pelaku UMKM terasi masih mengandalkan pemasaran secara konvensional melalui penjualan langsung di pasar maupun dari mulut ke mulut.
Kondisi tersebut menyebabkan jangkauan pemasaran masih terbatas meskipun kualitas produk yang dihasilkan telah memenuhi harapan konsumen.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KUKERTA Universitas Riau memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui pembuatan dan optimalisasi media sosial sebagai sarana pemasaran digital.
Kegiatan diawali dengan observasi dan wawancara kepada pemilik usaha untuk mengidentifikasi kondisi usaha, proses produksi, sistem pemasaran, serta berbagai kendala yang dihadapi dalam mengembangkan usaha.
Hasil observasi menunjukkan bahwa terasi yang diproduksi memiliki kualitas yang baik karena dibuat menggunakan bahan baku pilihan dan melalui proses tradisional mulai dari pencucian, penggilingan, fermentasi, pencetakan hingga penjemuran.
Namun demikian, aspek promosi dan identitas usaha masih perlu ditingkatkan agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Sebagai bentuk pendampingan, mahasiswa membantu menyusun identitas digital UMKM melalui pembuatan logo sederhana, foto profil usaha, penyusunan bio bisnis, serta pembuatan akun media sosial bisnis seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan WhatsApp Business.
Tidak hanya itu, pelaku UMKM juga diberikan pelatihan mengenai cara mengelola akun bisnis, membuat konten promosi, mengambil foto produk yang menarik, menyusun caption yang informatif, memanfaatkan tagar (hashtag), hingga memberikan pelayanan kepada pelanggan melalui media sosial.
Mahasiswa juga mendampingi pembuatan konten digital berupa foto produk dan video singkat proses pembuatan terasi untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk.
Selain itu, disusun pula kalender unggahan sebagai panduan agar promosi dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Program ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Sungai Kubu.
Penghulu Desa Sungai Kubu, Bapak Bulkrim, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KUKERTA yang telah membantu pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha lokal.
Menurutnya, pendampingan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, di mana pemasaran digital menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing produk desa dan memperluas akses pasar.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KUKERTA Universitas Riau, Sispa Pebrian, S.P., M.Si., juga menyampaikan apresiasi atas program kerja yang telah dirancang bersama oleh mahasiswa KUKERTA.
“Saya sangat senang dan mengapresiasi program kerja yang telah dirumuskan bersama oleh kelompok KUKERTA Membangun Kampung Tahun 2026. Program ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu melihat kebutuhan riil masyarakat dan menghadirkan solusi yang aplikatif. Mahasiswa bukanlah guru bagi masyarakat, melainkan menjadi jembatan transfer ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama di bangku kuliah untuk diterapkan bersama masyarakat. Melalui proses inilah mahasiswa belajar beradaptasi, berkolaborasi, dan menjadi bagian dari masyarakat sesungguhnya sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Riau,” ujar Sispa Pebrian.
Menurutnya, kegiatan pendampingan digitalisasi UMKM tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha, tetapi juga menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, pemecahan masalah, serta pengabdian kepada masyarakat.
Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan ekonomi masyarakat berbasis usaha mikro, Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan UMKM, serta Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha.
Mahasiswa KUKERTA berharap pendampingan ini dapat mendorong pelaku UMKM terasi untuk terus memanfaatkan media sosial secara optimal sehingga mampu memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan penjualan, memperkuat citra produk lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sungai Kubu secara berkelanjutan.
Di akhir kegiatan, mahasiswa KUKERTA Desa Sungai Kubu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau selaku penyelenggara KUKERTA Membangun Kampung Tahun 2026 atas dukungan, pendampingan, dan kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat.
Melalui program ini, Universitas Riau terus memperkuat komitmennya dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan mampu berkontribusi nyata terhadap pembangunan masyarakat.(***)







