Menu

Mode Gelap
Jalan Dibangun, Baliho Terbentang: Warga Kompak Ucapkan Terima Kasih ke Ropii Siregar Di Paripurna LKPJ, Rizki Ananda Tegaskan Laporan Tak Boleh Sekadar Formalitas Lantunkan Bait Lagu Amin Ambo, Amir Sebut Pemerataan Pembangunan di Kampar Hanya Dongeng Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kampar Eko Sutrisno Soroti Kemiskinan hingga Infrastruktur Pemkab Kampar Lantik Pejabat, Pj Sekda Tegaskan Fokus Bupati Ahmad Yuzar pada Peningkatan Kinerja Panen Raya Jagung Jadi Bukti Komitmen Bupati Kampar Dukung Petani

Advertorial

48 Tahun Pulau Birandang: Merajut Syukur Lewat Tradisi Ma’aghak Suwek

badge-check


					48 Tahun Pulau Birandang: Merajut Syukur Lewat Tradisi Ma’aghak Suwek Perbesar

Pulau Birandang, Voiceriau.com – Di tengah hamparan sawah yang mulai menguning di Kecamatan Kampa, masyarakat Desa Pulau Birandang kembali menghidupkan denyut tradisi tua, Ma’aghak Suwek, sebuah ritual adat yang sarat makna religius dan kebersamaan.

Perayaan tradisi itu terasa begitu istimewa karena bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Desa Pulau Birandang, Selasa (28/10/2025).

Lapangan Sport Center desa yang biasanya menjadi arena olahraga berubah menjadi pusat keramaian budaya.

Lantunan shalawat menggema, berpadu dengan langkah masyarakat yang mengarak Al-Qur’an keliling kampung, membawa pesan syukur atas datangnya musim padi berisi—simbol berkah dan kehidupan bagi petani.

Jejak Tradisi dan Nilai Religius

“Tradisi Ma’aghak Suwek ini bukan sekadar acara adat. Ini bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT ketika padi mulai berisi. Warisan ini sudah dijaga turun-temurun,” ujar Tomas Renaldo, Kepala Desa Pulau Birandang, yang tampak berbaur dengan warganya tanpa jarak.

Menurut Tomas, istilah Ma’aghak Suwek dalam bahasa setempat bermakna mengarak suci, yakni mengarak kitab suci Al-Qur’an keliling kampung sambil bershalawat dan memanjatkan doa bersama agar hasil panen melimpah dan dijauhkan dari bala.

Tradisi ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Pulau Birandang, sekaligus cerminan perpaduan nilai Islam dan kearifan lokal Kampar.

“Selain ritual syukur, kegiatan ini mempererat silaturahmi antarsesama warga. Semua ikut, dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Ini momentum kami bersatu dan berbagi kebahagiaan,” tambahnya.

Apresiasi dari Pemerintah dan Tokoh Daerah

Kemeriahan perayaan ini juga menarik perhatian pemerintah daerah. Wakil Bupati Kampar Misharti hadir langsung menyapa masyarakat dan memberikan apresiasi terhadap pelestarian tradisi lokal tersebut.

“Kami sangat bangga. Tradisi ini bukan hanya tentang budaya, tapi juga bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta. Pemerintah Kabupaten Kampar akan terus mendukung kegiatan adat seperti ini agar menjadi warisan yang hidup di tengah masyarakat,” ujar Misharti dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu, Misharti juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk Desa Pulau Birandang yang ke-48. Ia berharap desa ini terus tumbuh menjadi salah satu contoh pembangunan berbasis masyarakat di Kabupaten Kampar.

“Selamat ulang tahun ke-48 Desa Pulau Birandang. Semoga semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” katanya.

Fokus pada Pertanian dan Ketahanan Pangan

Selain soal budaya, Wakil Bupati Kampar juga menyinggung program prioritas pemerintah daerah di sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa perbaikan waduk dan sistem irigasi akan menjadi fokus utama guna meningkatkan hasil panen padi dan memperkuat ketahanan pangan.

“Desa Pulau Birandang dikenal sebagai salah satu lumbung padi Kampar. Maka pengembangan pertanian di sini harus didukung oleh sistem irigasi yang baik agar produksi semakin meningkat,” jelasnya.

Dukungan Tokoh Riau

Dukungan terhadap pembangunan desa juga datang dari Anggota DPRD Provinsi Riau, Syahrul Aidi Ma’azat, yang turut hadir di lokasi. Ia memuji kepemimpinan Kepala Desa Pulau Birandang yang dinilai berhasil menggerakkan partisipasi masyarakat dan menjaga tradisi.

“Saya salut dengan Pak Tomas. Banyak perubahan positif yang dirasakan masyarakat. Ini contoh kepemimpinan yang mengayomi,” ujarnya.

Turut hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Edi Basri, Ketua Baznas Provinsi Riau Masriadi Hasan, Kepala Dinas PMD Kabupaten Kampar Lukmansyah Badoe, Camat Kampa Jufri, serta ratusan warga desa yang memenuhi lapangan hingga sore hari.

Lebih dari Sekadar Upacara

Di balik kemeriahannya, Ma’aghak Suwek merefleksikan nilai-nilai yang kian langka di era modern, gotong royong, kesederhanaan, dan spiritualitas yang membumi.

Tradisi ini mengingatkan bahwa pembangunan desa tidak hanya diukur dari infrastruktur, tapi juga dari kekuatan budaya dan moral masyarakatnya.

Bagi masyarakat Pulau Birandang, Ma’aghak Suwek bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah simbol keberlanjutan, tentang bagaimana sebuah desa menjaga akar sambil terus menumbuhkan cabang kemajuan.

Reporter: Voice Riau | Editor: Redaksi Voiceriau.com

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jalan Dibangun, Baliho Terbentang: Warga Kompak Ucapkan Terima Kasih ke Ropii Siregar

14 April 2026 - 11:56 WIB

Di Paripurna LKPJ, Rizki Ananda Tegaskan Laporan Tak Boleh Sekadar Formalitas

13 April 2026 - 21:02 WIB

Lantunkan Bait Lagu Amin Ambo, Amir Sebut Pemerataan Pembangunan di Kampar Hanya Dongeng

13 April 2026 - 17:48 WIB

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kampar Eko Sutrisno Soroti Kemiskinan hingga Infrastruktur

13 April 2026 - 17:19 WIB

Pemkab Kampar Lantik Pejabat, Pj Sekda Tegaskan Fokus Bupati Ahmad Yuzar pada Peningkatan Kinerja

13 April 2026 - 10:57 WIB

Trending di Advertorial