Menu

Mode Gelap
Mengetahui Sebelum Kehilangan AI Ubah Wajah Jurnalistik, Syahrul Aidi Dorong Jurnalis Pahami Regulasi dan Keamanan Digital Musda XI Golkar Kampar Digelar 21-22 September, Penjaringan Calon Ketua Dimulai Besok Wabup Misharti Dorong Percepatan Listrik Desa, 555 Titik Baru Diusulkan untuk Kampar Puskesmas Muara Uwai Resmi Jadi FKTP BPJS, Warga Tak Perlu Lagi ke Laboy Jaya Tak Mau Program Kesehatan Sekadar Ramai di Atas Kertas, Kadiskes Kampar Bedah Capaian Puskesmas

Advertorial

48 Tahun Pulau Birandang: Merajut Syukur Lewat Tradisi Ma’aghak Suwek

badge-check


					48 Tahun Pulau Birandang: Merajut Syukur Lewat Tradisi Ma’aghak Suwek Perbesar

Pulau Birandang, Voiceriau.com – Di tengah hamparan sawah yang mulai menguning di Kecamatan Kampa, masyarakat Desa Pulau Birandang kembali menghidupkan denyut tradisi tua, Ma’aghak Suwek, sebuah ritual adat yang sarat makna religius dan kebersamaan.

Perayaan tradisi itu terasa begitu istimewa karena bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Desa Pulau Birandang, Selasa (28/10/2025).

Lapangan Sport Center desa yang biasanya menjadi arena olahraga berubah menjadi pusat keramaian budaya.

Lantunan shalawat menggema, berpadu dengan langkah masyarakat yang mengarak Al-Qur’an keliling kampung, membawa pesan syukur atas datangnya musim padi berisi—simbol berkah dan kehidupan bagi petani.

Jejak Tradisi dan Nilai Religius

“Tradisi Ma’aghak Suwek ini bukan sekadar acara adat. Ini bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT ketika padi mulai berisi. Warisan ini sudah dijaga turun-temurun,” ujar Tomas Renaldo, Kepala Desa Pulau Birandang, yang tampak berbaur dengan warganya tanpa jarak.

Menurut Tomas, istilah Ma’aghak Suwek dalam bahasa setempat bermakna mengarak suci, yakni mengarak kitab suci Al-Qur’an keliling kampung sambil bershalawat dan memanjatkan doa bersama agar hasil panen melimpah dan dijauhkan dari bala.

Tradisi ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Pulau Birandang, sekaligus cerminan perpaduan nilai Islam dan kearifan lokal Kampar.

“Selain ritual syukur, kegiatan ini mempererat silaturahmi antarsesama warga. Semua ikut, dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Ini momentum kami bersatu dan berbagi kebahagiaan,” tambahnya.

Apresiasi dari Pemerintah dan Tokoh Daerah

Kemeriahan perayaan ini juga menarik perhatian pemerintah daerah. Wakil Bupati Kampar Misharti hadir langsung menyapa masyarakat dan memberikan apresiasi terhadap pelestarian tradisi lokal tersebut.

“Kami sangat bangga. Tradisi ini bukan hanya tentang budaya, tapi juga bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta. Pemerintah Kabupaten Kampar akan terus mendukung kegiatan adat seperti ini agar menjadi warisan yang hidup di tengah masyarakat,” ujar Misharti dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu, Misharti juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk Desa Pulau Birandang yang ke-48. Ia berharap desa ini terus tumbuh menjadi salah satu contoh pembangunan berbasis masyarakat di Kabupaten Kampar.

“Selamat ulang tahun ke-48 Desa Pulau Birandang. Semoga semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” katanya.

Fokus pada Pertanian dan Ketahanan Pangan

Selain soal budaya, Wakil Bupati Kampar juga menyinggung program prioritas pemerintah daerah di sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa perbaikan waduk dan sistem irigasi akan menjadi fokus utama guna meningkatkan hasil panen padi dan memperkuat ketahanan pangan.

“Desa Pulau Birandang dikenal sebagai salah satu lumbung padi Kampar. Maka pengembangan pertanian di sini harus didukung oleh sistem irigasi yang baik agar produksi semakin meningkat,” jelasnya.

Dukungan Tokoh Riau

Dukungan terhadap pembangunan desa juga datang dari Anggota DPRD Provinsi Riau, Syahrul Aidi Ma’azat, yang turut hadir di lokasi. Ia memuji kepemimpinan Kepala Desa Pulau Birandang yang dinilai berhasil menggerakkan partisipasi masyarakat dan menjaga tradisi.

“Saya salut dengan Pak Tomas. Banyak perubahan positif yang dirasakan masyarakat. Ini contoh kepemimpinan yang mengayomi,” ujarnya.

Turut hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Edi Basri, Ketua Baznas Provinsi Riau Masriadi Hasan, Kepala Dinas PMD Kabupaten Kampar Lukmansyah Badoe, Camat Kampa Jufri, serta ratusan warga desa yang memenuhi lapangan hingga sore hari.

Lebih dari Sekadar Upacara

Di balik kemeriahannya, Ma’aghak Suwek merefleksikan nilai-nilai yang kian langka di era modern, gotong royong, kesederhanaan, dan spiritualitas yang membumi.

Tradisi ini mengingatkan bahwa pembangunan desa tidak hanya diukur dari infrastruktur, tapi juga dari kekuatan budaya dan moral masyarakatnya.

Bagi masyarakat Pulau Birandang, Ma’aghak Suwek bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah simbol keberlanjutan, tentang bagaimana sebuah desa menjaga akar sambil terus menumbuhkan cabang kemajuan.

Reporter: Voice Riau | Editor: Redaksi Voiceriau.com

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mengetahui Sebelum Kehilangan

19 September 2026 - 13:35 WIB

AI Ubah Wajah Jurnalistik, Syahrul Aidi Dorong Jurnalis Pahami Regulasi dan Keamanan Digital

18 September 2026 - 20:05 WIB

Musda XI Golkar Kampar Digelar 21-22 September, Penjaringan Calon Ketua Dimulai Besok

18 September 2026 - 17:49 WIB

Wabup Misharti Dorong Percepatan Listrik Desa, 555 Titik Baru Diusulkan untuk Kampar

17 September 2026 - 08:59 WIB

Puskesmas Muara Uwai Resmi Jadi FKTP BPJS, Warga Tak Perlu Lagi ke Laboy Jaya

14 September 2026 - 13:09 WIB

Trending di Daerah
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam