Bangkinang Kota, Voiceriau.com – Kepala SDLB Bangkinang Kota, Yusneli, kembali dipercaya memimpin Special Olympics Indonesia (SOIna) Kabupaten Kampar untuk masa bakti 2025–2029.
Terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) SOIna Kampar, Yusneli menegaskan komitmennya memperkuat pembinaan atlet disabilitas intelektual serta meminta dukungan pemerintah daerah melalui alokasi anggaran APBD.
Muskab SOIna Kampar diikuti oleh peserta pemilik suara dari klub-klub SOIna se-Kabupaten Kampar. Ini merupakan periode kedua bagi Yusneli setelah sebelumnya menjabat pada masa bakti 2021–2025.
Selama kepemimpinannya, Yusneli dinilai berhasil membawa perubahan besar bagi organisasi yang berfokus pada pengembangan olahraga bagi penyandang disabilitas intelektual, yakni individu dengan keterbatasan dalam fungsi intelektual dan kemampuan adaptif yang memengaruhi aktivitas belajar, komunikasi, serta kehidupan sosial sehari-hari.
Melalui SOIna, para penyandang disabilitas intelektual mendapatkan kesempatan berlatih dan berkompetisi dalam berbagai cabang olahraga sesuai kemampuan mereka.
Program ini tak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada pemberdayaan, kepercayaan diri, dan penerimaan sosial di tengah masyarakat.
“SOIna di Kampar ini masih baru, tapi berkat kerja keras bersama, kini sudah mampu menelurkan atlet yang membawa nama Indonesia di kejuaraan dunia,” ujar salah satu peserta musyawarah.
Kepada awak media, Yusneli mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya.
Ia menegaskan bahwa SOIna bukan hanya wadah olahraga, tetapi juga ruang inklusif bagi anak-anak disabilitas intelektual untuk menunjukkan kemampuan dan potensi mereka.
“Saya sangat berterima kasih atas amanah ini. SOIna bukan sekadar organisasi olahraga, tapi wadah bagi anak-anak disabilitas intelektual untuk menunjukkan potensi besar mereka. Mereka mampu berprestasi jika diberi dukungan dan kesempatan,” ujar Yusneli.
Ia juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan atlet disabilitas intelektual, termasuk dukungan dana melalui APBD.
“SOIna dan KONI memiliki semangat yang sama, yakni membina atlet dan mengharumkan nama daerah. Kami berharap pemerintah Kabupaten Kampar dapat mengalokasikan anggaran untuk SOIna agar pembinaan atlet disabilitas intelektual bisa lebih optimal,” tambahnya.
Yusneli menyebut, selama beberapa tahun terakhir, sejumlah atlet SOIna Kampar telah menorehkan prestasi di tingkat nasional, bahkan ada yang menjadi wakil Indonesia dalam ajang olahraga disabilitas dunia.
Dengan terpilihnya kembali Yusneli, kepengurusan SOIna Kampar diharapkan semakin solid dalam mencetak atlet disabilitas intelektual berprestasi, sekaligus memperkuat semangat inklusivitas dan kesetaraan dalam dunia olahraga di Kabupaten Kampar.(FLS)







