KAMPAR – Pencarian terhadap Rifki Marwanda (21), pemuda yang dilaporkan terjatuh dari Jembatan Panjang Rantau Berangin dan terseret arus Sungai Kampar pada Selasa (14/7/2026) malam, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (16/7/2026) setelah tim gabungan melakukan pencarian selama dua hari.
Korban ditemukan di sekitar kawasan Pulau Mati, Dusun Pulau Terap Satu, Desa Pulau Terap, Kecamatan Kuok. Lokasi penemuan tersebut berjarak sekitar 5,4 kilometer dari titik awal korban dilaporkan jatuh ke Sungai Kampar.
Kapolsek Bangkinang Barat, IPTU Rully Khairullah, S.E., M.Si., M.O.S., membenarkan penemuan korban tersebut. Ia mengatakan, setelah ditemukan, jasad korban segera dievakuasi oleh tim gabungan menuju Puskesmas Kuok untuk dilakukan pembersihan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
“Korban ditemukan di daerah sekitaran Pulau Mati, Dusun Pulau Terap Satu, Desa Pulau Terap, dan langsung dievakuasi oleh tim ke Puskesmas Kuok guna pembersihan jasad korban,” ujar IPTU Rully Khairullah.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pencarian, korban ditemukan sekitar 5,4 kilometer dari lokasi awal terjatuh. Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa.
“Korban ditemukan lebih kurang 5,4 kilometer dari titik awal jatuhnya dan dalam keadaan tak bernyawa,” ungkapnya.
Proses evakuasi berlangsung dengan melibatkan tim gabungan yang sejak awal melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Kampar. Berbagai metode pencarian dilakukan, baik melalui jalur sungai menggunakan perahu maupun penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lintasan arus.
Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban dibawa ke Puskesmas Kuok untuk dilakukan pembersihan sebelum selanjutnya diserahkan kepada keluarga guna proses pemakaman.
Dengan ditemukannya Rifki Marwanda, operasi pencarian yang dilakukan tim gabungan resmi berakhir. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban serta menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran Sungai Kampar, terutama di kawasan jembatan dan daerah yang memiliki arus cukup deras.(Jri)







