PEKANBARU – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau terus mengoptimalkan pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari berbagai lapisan masyarakat. Upaya ini dilakukan menyusul masih besarnya potensi zakat di Riau yang belum tergarap secara maksimal.
Ketua Baznas Provinsi Riau, H Masriadi Hasan, Lc, MSha, mengatakan selama ini pengumpulan zakat di tingkat provinsi maupun kabupaten masih didominasi oleh aparatur sipil negara (ASN). Meski demikian, kontribusi dari masyarakat umum dan lembaga nonpemerintah menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
“Zakat di luar ASN sudah menunjukkan peningkatan, baik secara kelembagaan maupun individu. Semua bergerak naik. Untuk zakat ASN Pemprov Riau pada 2025 tercatat sebesar Rp 52.538.691.436,” ujar Masriadi di Pekanbaru, Rabu (14/01/2026).
Ia menjelaskan, dana yang dihimpun Baznas Riau berasal dari zakat maal, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya. Zakat maal merupakan zakat atas harta yang dimiliki seorang muslim dan dapat ditunaikan kapan saja apabila telah memenuhi syarat, berbeda dengan zakat fitrah yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan.
Untuk meningkatkan perolehan zakat, Baznas Riau juga melakukan pendekatan ke berbagai sektor, termasuk perusahaan dan perguruan tinggi. Sosialisasi dilakukan agar masyarakat dan pelaku usaha memahami peran, fungsi, serta aktivitas Baznas sebagai lembaga pengelola zakat resmi.
“Memang zakat ASN masih yang terbesar karena kami berada di lingkungan pegawai. Namun secara umum, kontribusi dari semua sektor terus meningkat. Kami juga masuk ke perusahaan-perusahaan dan kampus-kampus untuk sosialisasi zakat. Sebagian besar pengurus Baznas berlatar belakang ustaz atau penceramah, sehingga memudahkan pendekatan,” kata Masriadi.
Dalam hal pendistribusian, Baznas Provinsi Riau berkoordinasi dengan Baznas kabupaten/kota melalui Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang melibatkan Baznas di 12 kabupaten/kota se-Riau. Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyelaraskan program dan memastikan penyaluran tepat sasaran.
Masriadi menegaskan Baznas Riau berkomitmen menjaga amanah pengelolaan zakat dengan meningkatkan pelayanan, transparansi, serta memperluas sosialisasi agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Zakat terbukti memberikan dampak positif terhadap pengentasan kemiskinan. Karena itu, kami akan terus menggencarkan pengumpulan zakat dari berbagai sektor agar semakin banyak mustahik yang terbantu,” ujarnya.
Saat ini, Baznas Riau menyalurkan dana ZIS melalui lima program utama, yakni Riau Makmur, Riau Cerdas, Riau Peduli, Riau Sehat, dan Riau Taqwa. Program-program tersebut difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dan keagamaan.(Advertorial)







