Menu

Mode Gelap
Jejak Pengabdian Zulmansyah Sekedang, Sosok Pemimpin Pers yang Menginspirasi hingga Akhir Hayat Plt Kadisdikpora Kampar: Prestasi Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Cerminkan Komitmen Program Kampar di Hati Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Ukir Prestasi di 10 Besar Nasional Olimpiade Literasi Kebangsaan Renovasi Islamic Center Masjid Al Ikhsan Rp19,2 Miliar Tuai Apresiasi, Nuradlin: Ikon Serambi Mekkah Riau Harus Dijaga Gustami Siregar Klarifikasi Isu Tertidur Lewat Video, Tegaskan Sedang Dalam Kondisi Sakit Jalan Dibangun, Baliho Terbentang: Warga Kompak Ucapkan Terima Kasih ke Ropii Siregar

Advertorial

Jihad Aqsha dan Misi Fraksi PKB: Bawa Anak Kampar Sekolah Tinggi dan Jalan Desa yang Tak Lagi Sunyi

badge-check


					Jihad Aqsha Anggota DPRD Kampar menyerahkan pandangan Fraksi PKB tentang RPJMD Kabupaten Kampar 2025-2029 kepada pimpinan DPRD Kampar yang disaksikan oleh Wakil Bupati Kampar Misharti Perbesar

Jihad Aqsha Anggota DPRD Kampar menyerahkan pandangan Fraksi PKB tentang RPJMD Kabupaten Kampar 2025-2029 kepada pimpinan DPRD Kampar yang disaksikan oleh Wakil Bupati Kampar Misharti

BANGKINANG KOTA – Ruang rapat paripurna DPRD Kampar, Selasa (29/7/2025), dipenuhi suasana formal seperti biasa. Namun di balik mikrofon, suara yang terdengar dari Jihad Aqsha anggota DPRD Kampar dari Fraksi PKB membawa muatan yang lebih dari sekadar laporan pandangan umum.

Ia bicara tentang anak-anak Kampar yang cerdas namun terganjal biaya. Tentang jalanan desa yang sepi pembangunan. Dan tentang tanah pertanian yang mulai kehilangan daya tariknya di mata generasi muda.

Beasiswa yang Hilang dan Generasi yang Menunggu

“Sudah hampir satu dekade, tidak ada satu pun beasiswa daerah untuk mahasiswa Kampar,” ucap Jihad, lirih namun jelas.

Menurut Fraksi PKB, sejak 2016 hingga 2024, tidak ada program beasiswa dari Pemkab Kampar. Padahal, beasiswa bukan sekadar bantuan biaya, itu adalah alat untuk mengangkat harkat sosial, membuka masa depan, dan menumbuhkan SDM unggul dari desa-desa yang sunyi.

“Kami tidak bicara janji politik. Kami bicara tentang mobilitas sosial yang tertunda dan anak-anak pintar yang harus menyerah karena keadaan,” katanya.

Fraksi PKB meminta agar RPJMD 2025-2029 memasukkan alokasi anggaran khusus untuk beasiswa, mulai dari prestasi, kurang mampu, hingga bidang studi strategis yang mendukung pembangunan daerah.

Mimpi tentang Jalan yang Layak dan Jembatan yang Kuat

Fraksi PKB juga mengangkat suara dari Dapil IV dan V, wilayah yang menurut mereka “seolah tertinggal dari peta pembangunan.”

Ada puluhan nama jalan dan jembatan yang disebut: Jalan Makam Nagaberalih, Dusun 3 Tanjung Pulau Payung, Jalan Panca Usaha Pandau Jaya, hingga Jembatan Gantung Sungai Jalau dan Jembatan Rumbio.

Jihad Aqsha Anggota DPRD Kabupaten Kampar sampaikan pandangan umum Fraksi PKB tentang RPJMD Kabupaten Kampar 2025-2029

“Kita membangun bukan hanya untuk konektivitas, tapi untuk kehidupan. Jalan yang baik membuka akses ekonomi, pendidikan, dan harapan,” tegasnya.

Lebih dari sekadar mencatat jalan rusak, Fraksi PKB mendorong agar perencanaan pembangunan tahun 2025 tidak lagi seragam dan Jakarta-sentris, tetapi berbasis kebutuhan lokal dan partisipasi warga.

Kampung Tani yang Butuh Kepastian

Di bagian akhir pandangan fraksinya, Jihad Aqsa menyentuh jantung ekonomi Kampar yaitu pertanian.

Kampar adalah lumbung pangan. Tapi di tengah lahan luas dan tradisi bertani yang panjang, sektor ini perlahan kehilangan daya saing, terutama di mata generasi muda.

“Kita butuh pertanian yang menarik bagi anak muda. Dengan teknologi, kesejahteraan, dan regenerasi. Jangan sampai sawah dan ladang hanya jadi nostalgia,” ujar Jihad.

Fraksi PKB mendesak agar pertanian masuk sebagai program unggulan dalam RPJMD 2025-2029. Termasuk penguatan infrastruktur pertanian, alat produksi, pasar hasil tani, dan pelatihan SDM.

Bukan Sekadar Pandangan Fraksi

Apa yang disampaikan Jihad Aqsa dan Fraksi PKB dalam paripurna bukan hanya pandangan politik. Ia adalah cermin dari suara masyarakat akar rumput, mereka yang jarang bersuara di ruang-ruang elit, namun paling terdampak oleh setiap keputusan pembangunan.

Beasiswa, infrastruktur, dan pertanian bukan topik baru. Tapi dalam suara Jihad, semuanya terdengar sebagai panggilan ulang untuk menata kembali prioritas Kampar. Prioritas yang berpihak pada mereka yang paling membutuhkan.(Advertorial)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jejak Pengabdian Zulmansyah Sekedang, Sosok Pemimpin Pers yang Menginspirasi hingga Akhir Hayat

18 April 2026 - 09:31 WIB

Plt Kadisdikpora Kampar: Prestasi Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Cerminkan Komitmen Program Kampar di Hati

17 April 2026 - 10:30 WIB

Siswa SMPN 1 Kampar Kiri Hilir Ukir Prestasi di 10 Besar Nasional Olimpiade Literasi Kebangsaan

17 April 2026 - 09:45 WIB

Renovasi Islamic Center Masjid Al Ikhsan Rp19,2 Miliar Tuai Apresiasi, Nuradlin: Ikon Serambi Mekkah Riau Harus Dijaga

16 April 2026 - 14:51 WIB

Gustami Siregar Klarifikasi Isu Tertidur Lewat Video, Tegaskan Sedang Dalam Kondisi Sakit

15 April 2026 - 20:14 WIB

Trending di Advertorial