KAMPAR, Voiceriau.com – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kampar, M Yasir, menegaskan bahwa Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Tenis Meja Piala Bupati Kampar bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian penting dari strategi pembinaan olahraga prestasi di daerah.
Kejurkab ini, menurut Yasir, menjadi fondasi untuk melahirkan atlet-atlet potensial yang kelak diharapkan mampu mengharumkan nama Kampar di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau.
Pernyataan tersebut disampaikan M Yasir saat pembukaan Kejurkab Tenis Meja Piala Bupati Kampar yang digelar di Lapangan Futsal GOR Pemda Kampar, Bangkinang Kota, Jumat (19/12/2025).
Kejuaraan yang berlangsung hingga 21 Desember 2025 ini diikuti 127 atlet dari berbagai kecamatan di Kampar dan mempertandingkan enam nomor dengan total 36 medali.
Menurut Yasir, keberlangsungan Kejurkab menjadi indikator keseriusan KONI Kampar dalam memasyarakatkan olahraga sekaligus memperkuat jalur pembinaan atlet secara berjenjang. Ia menilai, tenis meja memiliki potensi besar untuk berkembang karena mudah diakses dan diminati berbagai kalangan usia.
“Olahraga harus dimasyarakatkan, tetapi pembinaan tetap menjadi kunci. Kejurkab ini adalah ruang seleksi sekaligus evaluasi untuk melihat sejauh mana hasil pembinaan yang sudah berjalan,” kata Yasir.
Ia juga menyoroti pentingnya pembenahan sarana dan prasarana sebagai aset daerah. Menurut Yasir, fasilitas olahraga yang memadai akan berbanding lurus dengan kualitas pembinaan dan prestasi atlet.
“Khusus tenis meja, sarana dan prasarana yang kita miliki adalah aset. Ini harus dikumpulkan dan dikelola dengan baik agar pembinaan berjalan maksimal,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yasir menyampaikan harapannya kepada Ketua PTMSI Kampar yang baru, Chandra Lesmana, agar mampu membawa tenis meja Kampar lebih berprestasi di tingkat provinsi. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan organisasi cabang olahraga dalam menjaga kesinambungan pembinaan.
“Di bawah kepemimpinan Chandra, saya berharap tenis meja Kampar bisa mengharumkan nama daerah di Porprov Riau. Kuncinya adalah konsistensi pembinaan dan kecintaan terhadap olahraga ini,” tutur Yasir.
Lebih jauh, Yasir mengajak seluruh atlet, pelatih, dan pengurus untuk menanamkan rasa memiliki terhadap olahraga dan daerah. Menurutnya, prestasi tidak hanya lahir dari latihan, tetapi juga dari semangat kolektif membangun Kampar melalui olahraga.
“Cintai olahraga ini, cintai daerah ini. Kampar di hati, agar kita bisa membanggakan nama Kampar di tingkat Riau,” ucapnya.
Kejurkab Tenis Meja Piala Bupati Kampar 2025 sendiri mendapat dukungan penuh dari KONI Kampar dan Pemerintah Kabupaten Kampar. Selain menjadi ajang kompetisi, Kejurkab ini juga diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet muda yang siap dibina lebih lanjut untuk menghadapi agenda olahraga daerah dan provinsi di masa mendatang.
Dengan penyelenggaraan yang konsisten dan pembinaan yang terarah, Yasir optimistis tenis meja Kampar dapat menjadi salah satu cabang olahraga andalan daerah dalam beberapa tahun ke depan.(FLS)







