Menu ✖

Mode Gelap
Wabup Misharti Tinjau Jalan Sungai Pagar-Rantau Kasih, Dibangun Pakai DBH Sawit Misharti Tinjau Sekolah Pelosok, SDN 012 Rantau Kasih Tinggalkan Status Lokal Jauh Dulu Berdinding Papan dan Berlantai Tanah, Kini SDN 012 Rantau Kasih Diguyur Rp1,95 Miliar Kelas Jauh SDN 007 Sungai Agung, Wabup Misharti: Pemkab Siapkan Regulasi agar Bisa Dibangun Kelas Jauh SDN 007 Sungai Agung Tak Layak, Polres Kampar Turun Tangan Iib Nursaleh Dorong Dana Rp900 Juta Direlokasi untuk Benahi Kelas Jarak Jauh Sungai Agung

Daerah

Miky Rinaldi Desak Satgas PKH Tegakkan Keadilan: Jangan Ada Tebang Pilih dalam Penertiban Kawasan Hutan

badge-check


					Miky Rinaldi Desak Satgas PKH Tegakkan Keadilan: Jangan Ada Tebang Pilih dalam Penertiban Kawasan Hutan Perbesar

Bangkinang, voiceria.com — Pertemuan lintas aktivis, mahasiswa, buruh, dan jaringan pergerakan yang diinisiasi oleh Miky Rinaldi, Ketua Jaringan Aktifis Kampar, Selasa (23/9), menghasilkan sikap tegas terkait persoalan kebangsaan dan lingkungan hidup, khususnya menyangkut pelaksanaan Perpres No. 5 Tahun 2025 tentang pembentukan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Dalam diskusi yang berlangsung di sekretariat Jaringan Aktifis Kampar, Bangkinang, berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat sipil mengungkapkan keresahan atas kinerja Satgas PKH yang dinilai belum maksimal. Padahal, mandat yang diemban Satgas PKH sangat jelas: mengembalikan kawasan hutan ke fungsi aslinya, menindak tegas perkebunan dan tambang ilegal, serta memperbaiki tata kelola hutan yang selama ini amburadul.

Miky Rinaldi menegaskan, meskipun jutaan hektar lahan telah disita Satgas PKH, masih banyak kawasan hutan yang dikuasai oleh perorangan maupun korporasi dengan status ilegal namun dibiarkan. Fakta ini memunculkan pertanyaan besar: di mana letak keadilan? Mengapa ada pembiaran terhadap pelanggaran yang nyata?

“Negara harus berdiri di atas azas keadilan. Penertiban kawasan hutan tidak boleh tebang pilih. Jika ada individu maupun korporasi dibiarkan, itu adalah bentuk ketidakadilan yang nyata. Amanah presiden adalah amanah rakyat, dan harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” tegas Miky Rinaldi.

Seluruh elemen yang hadir dalam forum tersebut menyuarakan satu sikap: Satgas PKH harus tegas dan adil. Tidak boleh ada lagi lahan bermasalah yang luput dari penindakan, baik milik individu maupun korporasi.

“Jika negara membiarkan praktik ilegal di dalam kawasan hutan, sama artinya negara turut serta merusak lingkungan, menghancurkan kehidupan masyarakat adat, petani, dan generasi mendatang. Kami tidak bisa diam melihat ketidakadilan ini,” ujar Miky Rinaldi.

Forum aktivis Kampar akhirnya sepakat, bila Satgas PKH masih ditemukan melakukan pembiaran dan tidak menyita lahan-lahan ilegal yang jelas melanggar hukum, maka Jaringan Aktifis Kampar bersama seluruh elemen gerakan tidak akan berhenti melakukan pengawasan dan akan terus mengkritisi.

“Ini bukan sekadar soal hutan, ini soal masa depan bangsa. Jangan sampai kebijakan yang mulia berubah menjadi alat pembenaran untuk melindungi kepentingan tertentu. Satgas PKH harus membuktikan keberpihakan pada rakyat, bukan pada pemilik modal,” pungkas Miky Rinaldi. (ben)

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wabup Misharti Tinjau Jalan Sungai Pagar-Rantau Kasih, Dibangun Pakai DBH Sawit

27 September 2026 - 09:02 WIB

Misharti Tinjau Sekolah Pelosok, SDN 012 Rantau Kasih Tinggalkan Status Lokal Jauh

27 September 2026 - 08:47 WIB

Dulu Berdinding Papan dan Berlantai Tanah, Kini SDN 012 Rantau Kasih Diguyur Rp1,95 Miliar

27 September 2026 - 08:22 WIB

Kelas Jauh SDN 007 Sungai Agung, Wabup Misharti: Pemkab Siapkan Regulasi agar Bisa Dibangun

25 September 2026 - 19:19 WIB

Kelas Jauh SDN 007 Sungai Agung Tak Layak, Polres Kampar Turun Tangan

24 September 2026 - 13:29 WIB

Trending di Daerah
302 Found

302

Found

The document has been temporarily moved.