Bangkinang Kota – Pemerintah Kabupaten Kampar memastikan tradisi Pacu Sampan tetap digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Kampar ke-76 tahun 2026. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., yang menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga keberlangsungan agenda budaya yang dinantikan masyarakat setiap tahunnya.
Dalam rapat persiapan yang dipimpinnya di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Bupati Kampar, Kamis (26/3), Ardi menuturkan bahwa agenda Pacu Sampan sempat melalui pembahasan intensif terkait waktu pelaksanaan karena mendekati bulan suci Ramadan. Namun, menurutnya, mempertahankan tradisi budaya masyarakat jauh lebih penting daripada sekadar menimbang faktor teknis waktu.
“Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang sangat dinantikan masyarakat. Walaupun sempat ada wacana penundaan, pemerintah tetap mengambil sikap untuk melaksanakannya. Tradisi ini tidak boleh terputus, dan ini menjadi bentuk komitmen kita menghadirkan hiburan positif sekaligus menyambut Ramadan dengan kebersamaan,” ujar Ardi di hadapan peserta rapat.
Di hadapan OPD dan perwakilan Forkopimda, Ardi mengingatkan bahwa persiapan teknis harus dipercepat mengingat waktu pelaksanaan yang sudah sangat dekat. Ia meminta seluruh perangkat daerah yang terlibat untuk memastikan seluruh aspek—mulai dari sarana fisik hingga kesiapan keamanan, dapat selesai tepat waktu.
“Waktu kita tidak banyak. Semua pihak harus bergerak cepat dan memastikan seluruh kebutuhan lapangan terpenuhi sebelum hari pelaksanaan,” tegasnya.
Ardi juga meminta koordinasi lintas instansi diperketat agar tidak ada hambatan di lapangan, terutama terkait kesiapan venue utama.
Pemerintah menetapkan Jembatan Waterfront City (WFC) Desa Pulau Lawas sebagai tempat pelaksanaan Pacu Sampan pada 3–5 April 2026. Lokasi ini dipilih karena memiliki nilai historis dan kerap menjadi pusat perhatian publik saat kegiatan pacu sampan berlangsung.
Ardi menilai lokasi tersebut bukan sekadar tempat strategis, tetapi bagian dari identitas masyarakat Kampar yang memiliki kedekatan historis dengan budaya sungai.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ardi ini turut dihadiri Plt. Kadispora Helmi, SH., MH., Kepala Dinas Sosial Drs. Agustar, M.Si., Plt. Kepala Dinas PUPR Afrudin Amga, ST., MT., perwakilan Forkopimda, Kepala Desa Pulau Lawas, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam kesempatan itu, Ardi meminta Dinas PUPR dan Dispora segera melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan faktor keselamatan, kesiapan jalur pacu, fasilitas umum, hingga area penonton terpenuhi.
Pj Sekda Ardi menegaskan bahwa Pacu Sampan bukan sekadar perlombaan, melainkan sarana pelestarian budaya dan penguat identitas daerah. Ia berharap event tahun ini dapat berlangsung meriah dan aman serta menjadi momentum memperkuat kebersamaan menjelang Hari Jadi Kampar ke-76.
“Ini bukan hanya lomba, tetapi ruang kebersamaan masyarakat Kampar. Kita ingin agar kegiatan ini memberi manfaat, menjaga tradisi, dan menjadi kebanggaan kita bersama,” ujar Ardi.(ADV)







