Menu

Mode Gelap
PWI Kampar Hadirkan Turnamen Mini Soccer, Bangun Silaturahmi Lewat Olahraga Menimbang Sikap Diam Abdul Wahid dan Membaca Niat di Ruang Sidang KONI Kampar Juara Mini Soccer Cup 2026, Tampil Dominan di Final Kisah Haru Anak di Ukui, Kumpulkan Makanan MBG untuk Ayah yang Dipenjara Monitoring ke Sekolah, Plt Kadisdikpora Kampar Soroti Kesiapan ASN dan Infrastruktur Perkuat Respons Darurat, Satpol PP Kampar Siap Kolaborasi dengan Damkar dan BPBD

Daerah

Yogi, Anak Lajang yang Setia Mendampingi Perjuangan Ibu Mintuo Berjualan Sarapan Pagi

badge-check


					Yogi, Anak Lajang yang Setia Mendampingi Perjuangan Ibu Mintuo Berjualan Sarapan Pagi Perbesar

BANGKINANG – Setiap pagi buta, ketika kebanyakan anak muda seusianya masih terlelap, Yogi sudah bersiap membantu ibunya, Ibu Mintuo, berjualan sarapan pagi di Jl. DI Penjaitan Bangkinang dengan merek dagang “Sarapan Pagi Pondok Uni Eti. Sebagai anak lajang, Yogi memilih menghabiskan waktu subuhnya di dapur dan lapak sederhana, demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Yogi tak sekadar membantu. Ia terlibat penuh sejak awal persiapan. Mengangkat beras, menyiapkan meja dagangan, hingga melayani pembeli menjadi rutinitas yang dijalani dengan sabar. Tangannya cekatan, wajahnya ramah, meski rasa lelah kerap datang karena harus bangun sebelum matahari terbit.

“Saya cuma ingin ibu tidak bekerja sendirian,” ujar Yogi lirih, sambil tetap melayani pembeli.

Bagi Yogi, membantu ibunya bukan sekadar kewajiban, tetapi bentuk bakti. Ia memahami betul perjuangan Ibu Mintuo yang selama ini mengandalkan berjualan sarapan pagi sebagai sumber penghidupan keluarga. Meski penghasilan tidak menentu, Yogi tetap setia mendampingi, tanpa mengeluh.

Ibu Mintuo mengaku sangat terbantu dengan kehadiran putranya. Di usia yang tak lagi muda, dukungan Yogi menjadi kekuatan tersendiri. “Kalau ada Yogi, capek terasa ringan,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Warga sekitar pun mengenal Yogi sebagai sosok pemuda yang rendah hati dan bertanggung jawab. Banyak pembeli yang datang bukan hanya untuk menikmati sarapan, tetapi juga karena terharu melihat kebersamaan ibu dan anak itu. Kehadiran Yogi membuat lapak kecil tersebut terasa hangat dan penuh makna.

Di tengah arus kehidupan yang kian sulit, kisah Yogi menjadi gambaran nyata tentang arti tanggung jawab dan kasih sayang seorang anak kepada ibunya.
Tanpa sorotan dan pujian, Yogi menjalani perannya dengan tulus, membuktikan bahwa perjuangan seorang ibu akan selalu menemukan kekuatan pada anak yang berbakti.(***/AJP)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PWI Kampar Hadirkan Turnamen Mini Soccer, Bangun Silaturahmi Lewat Olahraga

25 April 2026 - 19:39 WIB

Menimbang Sikap Diam Abdul Wahid dan Membaca Niat di Ruang Sidang

25 April 2026 - 10:30 WIB

KONI Kampar Juara Mini Soccer Cup 2026, Tampil Dominan di Final

24 April 2026 - 23:08 WIB

Kisah Haru Anak di Ukui, Kumpulkan Makanan MBG untuk Ayah yang Dipenjara

22 April 2026 - 21:12 WIB

Monitoring ke Sekolah, Plt Kadisdikpora Kampar Soroti Kesiapan ASN dan Infrastruktur

22 April 2026 - 20:35 WIB

Trending di Advertorial

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777