KAMPAR, – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembinaan dan pengembangan pemuda desa menyusul raihan Penghargaan Pemuda Pelopor Desa tingkat nasional oleh Dedi Irwan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Kepala Disdikpora Kabupaten Kampar, Helmi, mengatakan capaian tersebut menjadi momentum untuk memperluas program pembinaan generasi muda agar lebih terarah dan berkelanjutan. Menurut dia, keberhasilan Dedi Irwan menunjukkan bahwa pemuda desa memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional.
“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami di Disdikpora untuk terus memperkuat pembinaan pemuda, baik melalui pendidikan karakter, pengembangan kreativitas, maupun pemberdayaan berbasis desa,” ujar Helmi.
Ia menjelaskan, Disdikpora akan mendorong program pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, kepemimpinan, serta kepedulian sosial di kalangan pelajar dan pemuda.
Selain itu, Disdikpora Kampar juga berencana memperkuat kolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya untuk mengintegrasikan program kepemudaan dengan pembangunan desa.
Menurut Helmi, pembinaan pemuda desa ke depan akan diarahkan pada pengembangan kewirausahaan, literasi digital, serta dukungan terhadap konten kreator dan inovator muda di tingkat desa.
“Kami ingin ada kesinambungan program, termasuk hilirisasi kegiatan kepemudaan di tingkat kabupaten hingga desa-desa binaan. Dengan begitu, prestasi seperti yang diraih Dedi Irwan tidak berhenti pada seremoni, tetapi berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Dedi Irwan berharap penghargaan yang diraihnya dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak pemuda pelopor dari Kabupaten Kampar. Ia menilai dukungan pemerintah daerah, khususnya Disdikpora, memiliki peran penting dalam membuka ruang pengembangan potensi pemuda.
Dengan capaian tersebut, Disdikpora Kampar menargetkan lahirnya generasi muda yang inovatif, berdaya saing, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan desa di masa mendatang.(ADV)







